Barcelona Bisa Saja Bernasib Sama Dengan Shakhtar Donestk
0

Barcelona Bisa Saja Bernasib Sama Dengan Shakhtar Donestk

Oct 05 admin  

Perkembangan kabar kemerdekaan Catalan selanjutnya berujung bentrokan antara pihak berwajib dan warga. Bahkan kericuhan tersebut membuat laga yang mempertemukan Las Palmas melawan Barcelona terancam di tunda. Walau kemudian La Liga tetap menggelar laga itu dengan tanpa penonton.

Kejadian tersebut dapat saja menjadi sebuah gambaran apa yang bakal terjadi pada Barcelona di masa depan. Jika situasi masih belum kondusif, tentunya membuat pemandangan tanpa suporter saat Barca melawan Las Palmas di stadion lainnta dapat menjadi berkepanjangan. Setidaknya itulah nasib yang kini dialami Shakhtar Donestk.

Nyaris sama dengan yang telah terjadi di Catalonia, regional Donbass yang diisi oleh 2 kawasam yakni Luhanks dan Donestk, melakukan referendum guna memutuskan akankah kedua kawasan itu harus bertahan sebagai bagian Ukraina atau keluar menjadi negara sendiri. Tapi, yang berbeda ialah, masing-masing kawasan tersebut ingin memerdekakan diri.

Barcelona Bisa Saja Bernasib

Penyebab permintaan kemerdakaan itu dikaranakan konflik pada area antara Ukraina dan Rusia.dua kawasan di Donbass tersebut selanjutnya memproklamasikan negara mereka sendiri. Tidak ayal, pertikaian yang melibatkan senjata masih terjadi sampai sekarang.

Ujung dari pertikaian ini ialah klub dari Donestk, yakni Shakhtar Donestk harus keluar dari Donbass Arena, stadion mereka. Sudah 3 tahun mereka bermain di stadion lain. Kemudian di tahun 2017 ini mereka bermain di Stadion Metalist, kandang bekas klub Ukraina yang sudah membubarkan diri, yakni Metalist FC.

Akankah yang telah terjadi pada Shakhtar dapat saja terjadi pada Barcelona? Tentunya iya. Menyusul hingga saat ini konflik disana masih belum selesai. Bisa jadi Barca bakal memakai Stadion lain selama Barcelona bertandng di ajang La Liga. Sama seperti yang sudah dilakukan Shakhtar selama 3 tahun ini.

Jika harus bermain diluar Catalonia, Barcelona dapat memakai Stadion  di kawasan Valencia, atau Murcia Aragon (Zaragoza). Jarak kawasan tersebut tak terlalu jauh dari kawasan Catalonia. Tapi situasi yang sulit ialah, beberapa stadion di kawasan itu tak mempunyai kapasitas yang serupa dengan Camp Nou. Dari kawasan-kawasan yang telah di sebutkan tadi, stadion yang mepunyai kapasitas paling tinggi sudah jelas milik Estadio Mestalla (Valencia) yang mempunyai kapasitas penonto sebanyak 55 ribu.

Barcelona juga bisa bertandingan tanpa adanya penonton hingga konflik ini selesai. Tapi, hingga kapan Barca dapat bermain tanpa kedatangan suporter kesayangan mereka? Sebab pertandingan sepakbola tanpa kedatangan penonton memang terasa ada yang kurang.

Memang pada tahun 2016 lalu, setidakanya ada 17 tim yang sudah siap untuk berkompetisi jika Catalonia benar-benar keluar dari pemerintahan Spanyol. Akan tetapi, menyusul aspek kompetisi dan bisnis, Barcelona rasanya tak akan pergi dari ajang La Liga yang telah mempunyai sistem dan struktur kompetisi sepakbola yang jelas.