0

Kekalahan di Final Piala Dunia 2018 Membuat Rakitic Membenci VAR

Nov 17 admin  

Gelandang asal Kroasia, Ivan Rakitic, mempunyai memori buruk soal Video Assistant Referee (VAR). Ia mengaku masih kesal lantaran teknologi tersebut telah menggagalkan langkah negaranya untuk keluar sebagai juara di ajang Piala Dunia 2018 kemarin.

Kroasia mencetak sejarah dengan berhasil mencapai final pada Piala Dunia yang digelar di Rusia pada musim panas lalu. Pada pertandingan puncak, mereka berhadapan dengan klub kuat Eropa lainnya, yaitu Prancis.

RAKITIC

Sayangnya, harapan mereka untuk mengangkat piala bergengsi itu sirna begitu Prancis menang dengan skor yang menyakinkan yaitu 4 – 2. Harapan itu runtuh begitu Les Blues mencetak gol keduanya melalui penalty yang diberikan wasit usai melihat tayangan ulang melalui VAR.

VAR memang disebut berhasil dalam membantu jalannya Piala Dunia 2018 berjalan dengan mulus dan adil, namun tidak sedikit yang mengeluhkan kinerja teknologi itu. Rakitic menjadi salah satu sosok yang merasa dirugikan dengan adanya VAR.

“Jangan berbicara tentang VAR dengan saya, Saya telah memimpikan itu selama beribu – ribu malam ,”ucapnya kepada The Guardian.

“Itu mungkin penampilan terbaik dari kami. Selama satu jam kami lebih baik dari mereka, jauh lebih superior. Anda bisa melihatnya dari wajah pemain lawan, dan kami bisa melihat Prancis tidak tahu cara menghentikan kami, mengontrol kami, kluar dari situasi tersebut, untuk menyerang ,” tuturnya.

Rakitic mengakui bahwa keputusan yang telah diambil wasit melalui VAR soal penalty Prancis memang keputusan yang benar dan tidaklah salah. Namun jika saja sang wasit tidak mengambil keputusan itu, public tidak akan protes dan Kroasia masih mempunyai kesempatan untuk menang.

“Gol pertama datang dari tendangan bebas yang bukan merupakan pelanggaran dan VAR bisa mengintervensi karena Pogba telah berada di posisi offside ,”lanjutnya.

“VAR tidak salah dalam penalty, tetapi bila tidak diberikan, complain tidak akan terlalu banyak terjadi. Apapun yang bisa membuat sepak bola berkembang bisa diterima tetapi dengan VAR, permainan terhenti sejenak, sepak bola kehilangan ‘sesuatu’’-nya ,”tandasnya.