Mentalitas juara Manchester United yang Sudah Mulai kembali
0

Mentalitas juara Manchester United yang Sudah Mulai kembali

Aug 29 admin  

Asia Bet King – Manchester United memetik kemenangan ketiga secara beruntun mereka di pertandingan lanjutan Liga Inggris musim 2017/18. Berlaga di markas sendiri, Sabtu 26 Agustus 2017, mereka sukses merengkuh kemenangan dari Leicester City 2-0. Kemenangan itu menyiratkan jika mentalitas juara United perlahan mulai kembali.

Di pertandingan tersebut, sebenarnya Leicester bisa menahan United sampai menit ke 70. Lini bertahan yang sangat rapat yang mereka gunakan sempat membuat United kesulian untuk menciptakan gol. Romelu Lukaku, striker yang telah mencetak 3 gol dalam 2 pertandingan pun bahkan gagal membobol jala Kasper Schmeiche lewat tendangan pinalti.

Mentalitas juara Manchester United yang Sudah Mulai kembali

Bila hal ini terjadi di musim lalu, bisa dipastikan jika United bakal memetik hasil seri di akhir laga, serta keluar lapangan dengan kepala tertunduk. Tapi pada musim ini, United bisa memunculkan mentalitas juaranya. Tekanan tanpa henti mereka lencarkan pada pemain Leicester, serta hal itu diungkapkan pelatih United, Jose Mourinho saat jumpa pers setelah laga bubaran.

“Sangat jarang kami bisa memiliki kontrol penuh di pertandingan selama waktu normal di musim lalu seperti yang terjadi pada pertandingan ini. Para pemain bermain bagus. Tidak hanya itu, mereka juga terlihat sangat termotivasi,” ujar Mourinho seperti dilansir Sky Sports.

Di pertandingan itu, terlihat pemain United sangat menggebu-gebu untuk bisa menembus pertahanan The Foxes. Seperti yang dikatakan Mourinho tadi, United mampu mengontrol penuh jalannya pertandingan. Paul Pogba, sejak ditemani Matic di lini tengah, sangat leluasa mengancam jala Leicester. Pemain lain juga terlihat tidak lelah untuk membuka ruang. Hal itu diakui juga oleh pelatih Leicester, Craig Shakespare, sebagai kapasitas juara dari pemain United.

“Saya tahu jika kami harus membuat United merasa frustasi. Hingga menit ke 70, kami bisa melakukannya. Tapi setelah itu, kualitas juara United langsung muncul, serta itu membuat kami pulang dengan tangan kosong,” ungkap Shakespare.

Sadar jika lawannya mempunyai pertahanan berlapis, Mourinho memilih menurunkan Marcus Rashford di menit ke 66. Rashford yang mempunyai kemampuan membuka ruang dan dribel baik itu mampu menyulitkan pertahanan Leicester serta mencetak gol 3 menit berselang.

Selain itu, dimasukkannya Jesse Lingard dan Marouane Fellaini membuat lini bertahan Leicsester kelabakan. Hal itu menjadi penyebab terjadinya gol kedua yang diciptakan felaini. Dari pergantian tadi, terlihat kecerdasan Mourinho untuk memakai rencana B selepas rencana A gagal.

situs agen judi online terbesar terbaik terlengkap terpercaya - asiabetking

Situs Bandar Judi Bola Online SBOBET Terpercaya

“Saat manager melakukan pergantian, kami selalu berupaya membuat pergantian tepat. Kadang kala itu sangat membantu kami. Saya sangat senang untuk mereka, untuk Marcus Rashford, Jesse Lingard, dan Marouanne Fellaini,” imbuh Mourinho.

Melihat hasil United dari 3 pertandingan awal, wajar saja jika United jadi calon kuat menjuarai Liga Primer musim ini. Tapi perjalanan masih sangat panjang. Dengan mentalitas juara ini yang sudah kembali, mungkin saja United menjadi kampiun diakhir musim.