0

Zeman Juventus Tak Punya Rival di Serie A

Nov 07 admin  

Keyakinan mantan pelatih AS Roma, Zdenek Zeman, melihat Juventus mengangkat trofi juara pada Serie A nampaknya sudah membulat. Ia bahkan menganggap skuat asuhan Massimiliano Allegri tersebut idak memiliki rival dalam pertandingan ini.

Setiap musimnya, Juventus terus melakukan pembenahan di alam skuatnya saat ini. Pembelian pemain penting nan berkualitas selalu dilakukannya dalam bursa transfer walaupun sudah menguasai Italia sejak tahun 2011 yang lalu.

 

 

Di musim ini, mereka mendatangkan banyak pemain penting seperti Joao Cancelo dan Emre Can. Namun yang membuat public terkejut adalah pada saat mereka sukses membajak Cristiano Ronaldo dari Real Madrid pada bulan Juli tahun ini.

Penggawa – penggawa baru Bianconeri ini diyakini akan semakin melengkapi skuatnya, hingga membuatnya tampak sulit untuk ditumbangkan. Benar saja, Juventus masih belum mencicipi rasanya kekalah dalam 14 pertandingan terakhirnya.

Hal itu membuat Zeman, yang dikenal kritis terhadap Juventus, yakin tim tersebut akan kembali menguasai Serie A. Baginya, tidak ada tim Italia saat ini yang bisa mendapatkan titel rival sejati untuk Bianconeri.

“Tidak ada rival sejati untuk Juventus di Serie A,”buka Zeman dalam wawancaranya bersama dengan RMC Sport baru – baru ini.

“Inter Milan dan Napoli mencoba untuk mengejarnya tetapi, seperti yang terjadi di tahun – tahun sebelumnya, Juventus tidak akan mengalami masalah ,” tuturnya.

Ronaldo menjadi sosok penting untuk Juventus pada musim ini, di mana tujuh gol yang ia cetak selalu membantu tim meraih kemenangnanya itu. Namun bukan sosok asal Portugal tersebut yang berhasil menari perhatian dari Zeman.

“Douglas Costa membuat saya terkesan sejak saya melihatnya di Jerman, dan mungkin saja bisa melayani Cristiano Ronaldo lebih baik dari ( Mario ) Mandzukic, walaupun dia melakukan tugas yang berbeda sewaktu di lapangan ,” ucapnya.

Costa memang membuat publik terkesan dengan memberikan warna baru di alam lini serang Juventus. Sayangnya, kiprahnya sempat tercoreng lantaran tindakan yang tidak terpuji yang dilakukan saat bertemudi Sassuolo bulan September lalu.